DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

UPTD LABORATORIUM KESEHATAN HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER

Pengujian Avian Influenza dengan Metode HA-HI

by Admin at November 30, 2017 in BERITA


Virus Avian Influenza mempunyai beberapa macam protein, salah satu diantaranya hemaglutinin. Antigen ini mempunyai kemampuan mengikat sel darah merah (s.d.m) ayam, sehingga apabila suspensi virus/antigen Avian Influenza dicampur dengan suspensi sel darah merah ayam akan terjadi aglutinasi s.d.m ayam. Aglutinasi/ikatan ini bersifat reversibel. Sifat ini dapat digunakan untuk mengukur jumlah titer virus/antigen Avian Influenza (Anonimus, 2007).
Sampel yang diperiksa dengan uji hemaglutinasi (HA) dan hemaglutinasi inhibisi (HI) menjadi uji yang penting untuk mengetahui adanya sifat virus yang mampu mengaglutinasi eritrosit dan dapat digunakan untuk mengukur titer virus maupun titer antibodi. Aktivitas HA dihasilkan oleh saling adsorbsi dari permukaan virus (haemaglutinasi) dan eritrosit. Adsorbsi dapat terjadi pada beberapa bagian dari permukaan virus yaitu komponen sel yang mampu memberi respon untuk adsorbsi yang tersusun teratur dan rapat pada permukaan sel atau epitop. Uji HA positif akan ditunjukan dengan adanya  agregat eritrosit yang berkeping-keping. Uji HA cepat biasanya dipakai untuk mengidentifikasi virus yang mampu menghemaglutinasi eritrosit ayam. Uji HA lambat digunakan untuk mengetahui titer virus. Kemampuan virus berikatan dengan eritrosit ditandai dengan adanya hemaglutinasi. Titer virus dapat diketahui dengan melihat sumuran terakhir pada nomor tertinggi (end point) yang menunjukkan adanya hemaglutinasi positif yang ditandai dengan adanya agregat-agregat di dasar sumur.
Uji hemaglutnasi (HA) merupakan metoda yang memanfaatkan sifat hemaglutinasi virus yaitu protein hemaglutinin terhadap eritrosit yang dimiliki oleh Avian Influenza. Metoda ini banyak digunakan dalam pengujian karena efektifitasnya, baik dalam waktu, biaya dan kualitas. Hemaglutinasi eritrosit oleh virus merupakan mekanisme menempelnya hemaglutinin pada permukaan sel darah merah. Hal itu dapat terjadi karena virus memiliki protein haemaglutinin yang dapat mengikat sel darah merah ayam. Virus – virus tersebut dapat membentuk formasi teralis berupa endapan eritrosit. Formasi ini dipengaruhi oleh faktor fisikokimia, seperti kekuatan ionik, pH dan suhu.
Tempat menempel virus pada permukaan eritrosit merupakan bagian spesifik yang terdiri dari karbohidrat (mukopolisakarida), tempat tersebut memiliki sifat seperti lem. Perlekatan virus dengan eritrosit ini dalam jumlah dan waktu tertentu akan membentuk masa gumpalan yang cukup berat hingga perlahan- lahan mengendap pada dasar tabung/mikroplate dengan pola khas. Haemaglutinasi dihambat oleh enzim neuromimidase pada virion. Enzim tersebut dapat menghancurkan reseptor glikoprotein pada permukaan eritrosit dengan membuka terminal dari neuric acid dan membuat virus dapat melepaskan diri. Sel darah merah yang terlepas tidak dapat lagi berikatan dengan virus sejenis kecuali dengan virus lain. Namun virus masih dapat mengaglutinasi sel darah merah yang baru karena reseptornya masih utuh. Berdasarkan sifat tersebut pembacaan titer virus tidak dapat terlalu lama, dilakukan secepatnya setelah kontrol virus dan kontrol reagen telah memperlihatkan hasil yang dapat dibandingkan.
Uji hemaglutinasi inhibisi (HI) merupakan uji yang digunakan untuk mengidentifikasi virus dan mengetahui jumlah titer antibodi yang ada. Uji ini didasarkan pada reaksi antara antigen – antibodi  dalam jumlah yang mencukupi untuk membentuk kompleks dengan virion menyebabkan hemaglutinasi dihambat dan akan membuat eritrosit mengendap didasar sumuran. Sebaliknya bila antibodi terdapat dalam jumlah yang tidak mencukupi maka eritrosit di aglutinasi oleh virus. HI positif (+) ditandai dengan tidak terjadi hemaglutinasi yang menandakan bahwa kemampuan virus untuk menghemaglutinasi telah dihambat oleh serum anti avian influenza. Sebaliknya HI (-) terjadi hemaglutinasi yang menandakan bahwa kemampuan virus untuk menghemaglutinasi tidak dihambat oleh serum anti avian influenza.
Virus avian influenza memiliki kemampuan mengaglutinasi terhadap sel darah merah ayam. Protein haemaglutinin yang terdapat dalam tubuh virus tersebut bersifat antigenik yang dapat merangsang terbentuknya antibodi spesifik. Antibodi yang terbentuk tersebut memiliki kemampuan mengambat terjadinya aglutinasi darah yang disebabkan oleh haemaglutinin dari virus. Hemaglutinasi inhibisi (HI) test menggunakan reaksi hambatan hemaglutinasi tersebut untuk membantu menentukan diagnosa penyakit secara laboratorium dan mengetahui status kekebalan tubuh (titer antibodi).
Prinsip kerja dari hemaglutinasi inhibisi (HI) test ialah mereaksikan antigen dan serum dengan pengenceran tertentu sehingga dapat diketahui sampai pengenceran berapa antibodi yang terkandung dalam serum dapat menghambat terjadinya aglutinasi eritrosit.
Haemaglutinasi (HA) dapat digunakan sebagai uji pendahuluan untuk mengenali kemampuan suatu virus, sedangkan uji hemaglutinasi inhibisi (HI) oleh antibodi spesifik dapat digunakan sebagai cara untuk mengenali isolat virus tertentu atau mengukur titer antibodi dalam serum.

Kontak

Jl. Ir. H. Juanda 218, Samarinda, Kalimantan Timur 75124, Indonesia

Nomor Telepon : 0541 761384
Nomor Fax : 0541 761384
Website : uptdlkk-kaltimprov.com
Email : uptdlkk@gmail.com