DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

UPTD LABORATORIUM KESEHATAN HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER

Bahaya Formalin Pada Produk Pangan Asal Hewan

by Admin at November 30, 2017 in BERITA


       Formalin merupakan larutan yang tidak berwarna dan mempunyai bau yang tajam. Formalin dikenal dengan nama dagang dari larutan formaldehyde dalam air. Larutan ini dikenal sebagai bahan pembunuh hama/ desinfektan yang banyak digunakan dalam industry. Formalin ini tidak termasuk kategori bahan tambahan makanan (food grade), tapi bahan ini sama sekali terlarang dicampurkan pada makanan dan minuman sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI no 722/Menkes/Per/IX/88.

      Formalin tidak dizinkan ditambahkan ke dalam bahan makanan atau digunakan sebagai pengawet makanan. Namun formalin mudah diperoleh di pasar bebas dengan harga murah. Beberapa nama dagang/ nama lain formalin yang beredar di pasaran : Formol; Methylene aldehyde;Parofin; Morbicid; Oxomethane; Polyoxymethylene glycol; Formic aldehyde; Formalith; Tetraoxymethylene; Oxyemethylene; Methylene.

       Landasan hukum yang dapat digunakan dalam pengaturan formalin yaitu :

  • UU Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
  • UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan
  • UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
  • Kepmenkes Nomor 1168/Menkes/Per/X/1999 tentang Bahan Tambahan Makanan
  • SK Memperindag Nomor 254/2000 tentang Tata niaga Impor dan Predaran Bahan Berbahaya.

Bahaya formalin bagi kesehatan konsumen,

1. Bahaya Utama

    Sangat berbahaya bila terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa luka bakar, iritasi saluran pernafasan, rekasi alergi dan bahaya kanker.

2. Bahaya jangka pendek

  • Bila terhirup : Iritasi dan gangguan pada saluran pernafasan, sampai dengan kerusakan jaringan. Tanda-tanda lain meliputi bersin, radang tekak, radang tenggorokan , sakit dada yang berlebihan, jantung berdebar, sakit kepala, mual dan muntah. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian
  • Bila terkena kulit , perubahan warna kulit, kulit menjadi merah, mengeras dan rasa terbakar
  • Bila terkena mata, Iritasi mata, penglihatan kabur dan mengeluarkan air mata yang berlebihan sampai menyebabkan kerusakan pada lensa mata.
  • Bila tertelan, rasa terbakar pada mulut, tenggorokan dan perut. Sakit menelan , mual, muntah dan diare. Pendarahan pada saluran rencana , sakit perut hebat, sakit kepala, hipotensi (tekanan darah rendah), kejang hingga koma. Dapat juga terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pancreas, sistem syaraf pusat dan ginjal.

3. Bahaya jangka panjang (kronis)

  • Bila terhirup, dalam jangka waktu yang lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitansi pada paru yang menimbulkan efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur , cepat marah, keseimbanga terganggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang. Selain itu terjadi kemandulan pada perempuan, kanker pada hidung. Mulut, tenggorokan, paru dan otak.
  • Bila terkena kulit, kulit terasa panas, mati rasa serta gatal-gatal dan memerah. Kerusakan pada jari tangan , pengerasan kulit dan kepekaan pada kulit serta terjadi radang kulit menimbulkan gelembung
  • Bila terkena mata, terjadi radang selaput mata
  • Bila tertelan, iritasi saluran cerna, muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada mulut, tenggorokan dan perut. Penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada.

Tindakan pencegahan :
- Bila terkena mata, bilas dengan air mengalir yang cukup banyak sambil mata dikedip-kedipkan. Pastikan tidak ada lagi sisa formalin di mata.
- Bila terkena kulit, cuci kulit dengan sabun atau detergen lunak dan cair selama 15 – 20 menit
- Bila diperlukan segera hubungi dokter atau dibawa ke rumah sakit.

Mengenali ciri-ciri produk pangan berformalin
- Tahu yang biasanya berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari 3 hari, bisa bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, bau menyengat khas formalin
- Mie Basah biasanya awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25ºC), bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10º C), bau menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap
- Ayam Potong yang berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk, bau khas formalin dan tidak dihinggapi lalat
- Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang, bau menyengat khas formalin
- Baso yang tidak sampai 5 hari pada suhu kamar dan memiliki tekstur yang sangat kenyal
- Ikan Asin yang tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar, warna ikan asin bersih dan cerah, namun tidak berbau khas ikan asin.

Sumber: Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan

Kontak

Jl. Ir. H. Juanda 218, Samarinda, Kalimantan Timur 75124, Indonesia

Nomor Telepon : 0541 761384
Nomor Fax : 0541 761384
Website : uptdlkk-kaltimprov.com
Email : uptdlkk@gmail.com